Palembang (ANTARA News) - Masih minimnya eksplorasi minyak dan gas bumi (migas) di Indonesia dikarenakan teknologi yang dimiliki kontraktor atau perusahaan migas belum mampu secanggih perusahaan sejenis dari Amerika Serikat atau negara maju lain padahal potensi bahan bakar tersebut sangat besar.
Praktisi perminyakan dari UPN "Veteran" Yogyakarta yang menjadi pemateri pada "Workshop Jurnalistrik Industri Minyak dan Gas Bumi diselenggarakan PT.Medco E&P Indonesia, Hariady mengatakan, karena teknologi yang dimiliki perusahaan migas di Indonesia masih minim kini potensi minyak atau gas belum bisa dieksplorasi.
Padahal terdapat 85 cekungan minyak dan baru 15 cekungan yang telah diproduksi dan produksi migas pun masih sekitar 60 persen sisanya samasekali belum dieksplorasi, katanya, dihadapan puluhan wartawan media cetak dan elektronik di Palembang, Sabtu.
Menurut dia, sebanyak 15 cekungan minyak yang telah diproduksi tersebut telah berlangsung seratus tahun lebih dan sampai ini masih sekita 40 persen yang belum dieksplorasi.
"Keterbatasan teknologi menjadi salah satu kendala eksplorasi sehingga produksi pun masih terbatas," tambahnya.
Ia mengatakan, sampai kini kita belum menemukan teknologi yang sebanding dengan teknologi Amerika Serikat dimana mereka hanya dengan bantuan satelit saja mampu mendeteksi keberadaan migas baik di darat maupun di perairan.
Sedangkan perusahaan kita masih mencari migas secara manual dengan memanfaatkan tenaga ahli geologi yang secara bergerilya mendatangi cekungan-cekungan yang telah dipetakan dan kemudian meneliti lantas memastikan ada tidaknya kandungan minyak yang dicari, katanya.
Dia menambahkan, kondisi tersebut tentunya membutuhkan waktu lama yang bisa mencapai 10 tahun untuk sebuah proyek eksplorasi dan pengeboran baru memproduksi bahan bakar tersebut.
Dengan kondisi tersebut sudah sepatutnya bangsa ini menghemat energi karena bahan bakar tersebut sulit diproduksi karena teknologi belum mendukung, ujarnya.
Sementara itu, pelatihan jurnalistik yang diselenggarakan PT.Medco E&P Indonesia berhasil mencerahkan peserta yang tidak satupun berlatar belakang pendidikan pertambangan atau perminyakan.
"Setidaknya dengan pelatihan ini kami bisa mengerti bagaimana proses minyak tersebut bisa menjadi bahan bakar karena ternyata membutuhkan waktu yang sangat panjang untuk bisa menjadi satu liter minyak," kata Rusmaya salah satu peserta.
Kegiatan tersebut menjadi bekal untuk wartawan ketika meracik berita tentang migas untuk dipublikasikan sesuai dengan pengetahuan yang mereka peroleh dari pelatihan tersebut.
Sehingga tidak salah-salah lagi dalam menyebutkan atau menulis istilah tentang migas dan yang pasti analogi disampaikan pemateri sulitnya menghasilkan minyak mendorong kesadaran untuk berhemat bahan bakar, tambahnya.
http://cafepojok.com/forum/showthread.php?t=30702
Kamis, 14 Januari 2010
my music
" indifest music anak pribumi indonesia "




Beberapa foto yang diambil saat Burgerkill, Seringai dan Quartet Minerva berkolaborasi di Final Regional L.A. Light Indiefest 2008 di Surabaya pada 15 Agustus kemarin.http://deathrockstar.info/la-light-indiefest-final-regional-surabaya/
MALUKU ENERGI EKPLOITASI BLOK GAS MARSELA
MALUKU ENERGI EKPLOITASI BLOK GAS MARSELA
Rabu, 28 Oktober 2009
Ambon - Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT. Maluku Energi bekerja sama dengan Perusahaan minyak Jepang PT. Impeks akan melakukan kegiatan ekploitasi minyak dan gas alam blok Marsela di perbatasan Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB) dan Maluku Barat Daya (MBD).
"Dalam kedudukannya PT. Maluku Energi memiliki saham 10 persen sementara 90 persen adalah saham Impeks," kata Direktur Utama PT Maluku Energi Semuel Samson, di Ambon, Selasa.
Dia mengakui, perushaaan Jepang itu telah mendapatkan persetujuan Pemerintah untuk mengelola minyak dan gas blok Marsela secara komersial, baik ekplorasi maupun eksploitasi.
Menurutnya, mengawali kegiatan eksploitasi kedua perusahaan tersebut bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) dan Pemerintah Pusat (Pempus), ESDM dan BP Migas akan melakukan pembahasan analisa dampak lingkungan (amdal) awal November mendatang.
"Diharapkan proyek ini ramah lingkungan dan bermanfaaat bagi masyarakat setempat," ujarnya.
Menurutnya, kehadiran perusahaan di Kabupaten yang berbatasan dengan dua negara tetangga yakni Timor Leste dan Australia itu, secara ekonomi bermanfaat bagi peningkatan hidup masyarakat terutama membuka terbuka lapangan kerja dengan menyerap banyak tenaga kerja terutama dari sejumlah kabupaten diantaranya MTB, MBD, Maluku Tenggara serta Maluku pada umumnya.
"Ada perluasan lapangan pekerjaan karena melibatkan putra putri Maluku yang dampaknya menurunkan angka pengangguran sekaligus peningkatan ekonomi masyarakat," katanya.
Pengelolaan gas pada Blok Marsela, ujar Samson tidak dilakukan di laut tetapi di darat guna mengurangi mengurangi beban biaya serta dampak kerusakan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat sekitarnya.
"Kita akan melakukan kajian apakah pengolahannya bisa dilakukan di Pulau Yamdena dan Babar atau tidak," katanya.
Ia optimis suksesnya investasi Blok Marsela tersebut, akan membuka peluang bagi para investor yang lain untuk menanamkan modalnya sehingga berdampak meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Maluku di masa mendatang.
Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Maluku Bram Tomasoa mengatakan, kandungan migas yang ada di blok Marsela berdasarkan hasil penelitian dan eksplorasi yang dilakukan Impeks sejak 1998 hingga 2008, mencapai 12 triliun cubic feet (TCF).
Perusahaan ini akan menangani eksploitasi dan produksi migas Blok Marsela selama 30 tahun hingga 2028, dan akan dimulai 2010 di mana kegiatan produksinya baru akan berlangsung 2016 mendatang.
Tomasoa juga menyetujui pengelolaan minyak dan gas dilakukan di darat karena selain mengurangi biaya juga memberikan manfaat besar bagi masyarakat setempat.
Gubernur Ralahalu secara terpisah mengatakan BUMD yang baru dibentuk itu harus bermitra dengan pihak ketiga karena tidak memiliki dana sebesar Rp10 triliun yang akan dijadikan modal investasi pada pengelolaan mega proyek migas itu, apalagi sesuai ketentuan dana itu tidak boleh dikeluarkan dari APBN maupun APBD.
"Modal tidak bisa diambil dari APBN maupun APBD sehingga perlu kerja sama dengan pihak ketiga," ujar Ralahalu.
Dia optimistis kegiatan ekploitasi mega proyek itu akan memberikan kontribusi positif bagi daerah karena selain terbuka kesempatan menyerap kerja yang besar, juga berdampak pada perbaikan ekonomi masyarakat di daerah ini.
http://www.lebihcepat.com/ekonomi/36-ekonomi/7296-maluku-energi-ekploitasi-blok-gas-marsela.html
Rabu, 28 Oktober 2009

Ambon - Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT. Maluku Energi bekerja sama dengan Perusahaan minyak Jepang PT. Impeks akan melakukan kegiatan ekploitasi minyak dan gas alam blok Marsela di perbatasan Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB) dan Maluku Barat Daya (MBD).
"Dalam kedudukannya PT. Maluku Energi memiliki saham 10 persen sementara 90 persen adalah saham Impeks," kata Direktur Utama PT Maluku Energi Semuel Samson, di Ambon, Selasa.
Dia mengakui, perushaaan Jepang itu telah mendapatkan persetujuan Pemerintah untuk mengelola minyak dan gas blok Marsela secara komersial, baik ekplorasi maupun eksploitasi.
Menurutnya, mengawali kegiatan eksploitasi kedua perusahaan tersebut bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) dan Pemerintah Pusat (Pempus), ESDM dan BP Migas akan melakukan pembahasan analisa dampak lingkungan (amdal) awal November mendatang.
"Diharapkan proyek ini ramah lingkungan dan bermanfaaat bagi masyarakat setempat," ujarnya.
Menurutnya, kehadiran perusahaan di Kabupaten yang berbatasan dengan dua negara tetangga yakni Timor Leste dan Australia itu, secara ekonomi bermanfaat bagi peningkatan hidup masyarakat terutama membuka terbuka lapangan kerja dengan menyerap banyak tenaga kerja terutama dari sejumlah kabupaten diantaranya MTB, MBD, Maluku Tenggara serta Maluku pada umumnya.
"Ada perluasan lapangan pekerjaan karena melibatkan putra putri Maluku yang dampaknya menurunkan angka pengangguran sekaligus peningkatan ekonomi masyarakat," katanya.
Pengelolaan gas pada Blok Marsela, ujar Samson tidak dilakukan di laut tetapi di darat guna mengurangi mengurangi beban biaya serta dampak kerusakan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat sekitarnya.
"Kita akan melakukan kajian apakah pengolahannya bisa dilakukan di Pulau Yamdena dan Babar atau tidak," katanya.
Ia optimis suksesnya investasi Blok Marsela tersebut, akan membuka peluang bagi para investor yang lain untuk menanamkan modalnya sehingga berdampak meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Maluku di masa mendatang.
Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Maluku Bram Tomasoa mengatakan, kandungan migas yang ada di blok Marsela berdasarkan hasil penelitian dan eksplorasi yang dilakukan Impeks sejak 1998 hingga 2008, mencapai 12 triliun cubic feet (TCF).
Perusahaan ini akan menangani eksploitasi dan produksi migas Blok Marsela selama 30 tahun hingga 2028, dan akan dimulai 2010 di mana kegiatan produksinya baru akan berlangsung 2016 mendatang.
Tomasoa juga menyetujui pengelolaan minyak dan gas dilakukan di darat karena selain mengurangi biaya juga memberikan manfaat besar bagi masyarakat setempat.
Gubernur Ralahalu secara terpisah mengatakan BUMD yang baru dibentuk itu harus bermitra dengan pihak ketiga karena tidak memiliki dana sebesar Rp10 triliun yang akan dijadikan modal investasi pada pengelolaan mega proyek migas itu, apalagi sesuai ketentuan dana itu tidak boleh dikeluarkan dari APBN maupun APBD.
"Modal tidak bisa diambil dari APBN maupun APBD sehingga perlu kerja sama dengan pihak ketiga," ujar Ralahalu.
Dia optimistis kegiatan ekploitasi mega proyek itu akan memberikan kontribusi positif bagi daerah karena selain terbuka kesempatan menyerap kerja yang besar, juga berdampak pada perbaikan ekonomi masyarakat di daerah ini.
http://www.lebihcepat.com/ekonomi/36-ekonomi/7296-maluku-energi-ekploitasi-blok-gas-marsela.html
PT PBB Penyelamat Langkah Persib
PT PBB Penyelamat Langkah Persib
Friday, 01 January 2010
Tapi pada pertengahan tahun 2009 atau beberapa saat setelah kompetisi berakhir, Dada sebagai Ketua BPP melontarkan pernyataan yang cukup menggegerkan. Ia menyatakan, karena aturan perundang-undangan, Pemkot Bandung sudah tidak bisa lagi mengucurkan dana hibah untuk Persib. Lebih mengejutkan lagi klub kebanggaan Kota Bandung itu bakal absen di LSI 2009/2010.
Bola panas yang sengaja dilemparkan Dada itu benar-benar mendapatkan reaksi dari publik sepak bola Bandung. Bahkan kontroversi pun sempat terjadi, karena pada hari yang sama dengan turunnya pemberitaan Dada menyatakan lempar handuk, "GM" juga menurunkan pernyataan Wakil Ketua BPP, H. Edi Siswadi yang justru mengatakan, Persib harus tetap ikut kompetisi.
Merasa dibenturkan dengan koleganya, Dada langsung mengadakan pertemuan dadakan pada hari itu juga di ruang tengah Balai Kota Bandung. Dalam pertemuan itu, Dada kembali menegaskan pernyataan lempar handuknya, tentu saja kali ini kompak denga pengurus lainnya. Saat itu, secara terbuka menantang pihak swasta, termasuk PT PBB untuk mendanai Persib.
Sadar kalau PT PBB merupakan satu-satunya lembaga legal yang bisa menyelamatkan Persib, Dada menggelar pertemuan susulan di rumah dinasnya, Pendopo Alun-alun Bandung, 22 Juli 2009. Dalam pertemuan itu, Dada kembali melemparkan tantangannya kepada para pengusaha yang turut diundangnya untuk mendanai Persib agar bisa tampil di LSI 2009/2010.
Saat itulah muncul sosok H. Umuh Muchtar. Setelah memberikan kesempatan kepada undangan yang hadir untuk berbicara, Umuh menyatakan kesediaannya menyiapkan dana minimal Rp 10 miliar sebagai modal awal Persib mengarungi kompetisi. Atas dasar kesediaannya itu, Dada akhirnya menunjuk Umuh menjadi Direktur Utama PT PBB menggantikan Ir. H. Chandra Solehan. Umuh yang mendapat kepercayaan penuh kemudian melakukan reshuffle di jajaran direksi PT PBB.
"Saya akan mengambil orang-orang profesional dan sejalan demi terwujudnya tujuan Persib musim ini," kata Umuh, sesaat setelah memangku jabatan sebagai Direktur Utama PT PBB.
Dianggap nekat
Banyak pihak merasa lega dengan terpilihnya Umuh sebagai Dirut PT PBB. Sebab sejak masih menjadi bobotoh hingga terakhir dipercaya memangku jabatan Asisten Manajer Persib di LSI 2008/2009, komitmennya, terutama menyangkut fulus, dinilai tak perlu diragukan lagi. Tapi tidak sedikit yang menilai, apa yang dilakukan Umuh ini sebagai langkah nekat. Di tengah kondisi ekonomi yang masih belum membaik dan mepetnya waktu persiapan, banyak yang ragu, Umuh dan jajaran direksinya di PT PBB bisa mendapatkan dana segar minimal Rp 20 miliar.
Bukan hanya publik sepak bola Bandung, Umuh dan rengrengan yang sudah dipilihnya pun sempat dihantui keraguan itu. Apalagi pada awal langkahnya, mereka sudah menghadapi sejumlah kesulitan menjalin kerja sama dengan pihak swasta. Sebuah yayasan yang pada awalnya sangat optimis bisa membantu pendanaan Persib mundur teratur. Jalinan kerja sama dengan BNI Life pun gagal didapat. Begitu juga dengan sejumlah rencana kerjasama dengan beberapa perusahaan lain.
Beruntung, personel PT PBB tak patah arang. Di tengah desakan waktu, Umuh dan beberapa direktur mudanya seperti Veby Permadi (Direktur Pemasaran) dan Merdi Hajiji (Direktur Keuangan) menghadap Wakil Gubernur Jawa Barat, Dede Yusuf yang sebelumnya sudah menyatakan kesediaannya membantu Persib mencarikan sponsor.
Inilah langkah paling strategis yang dilakukan PT PBB. Sebab sebagai seorang mantan aktor, bintang iklan, selebriti, dan entertainer, Dede setidaknya punya jaringan kuat di dunia bisnis. Lewat jaringannya itu pula, PT PBB kemudian dipertemukan dengan sejumlah pengusaha besar, baik yang ber-homebase di Jawa Barat maupun Jakarta.
Namun hingga sebulan menjelang kompetisi bergulir, sejumlah pertemuan dan negosiasi yang dilakukan PT PBB belum juga membuahkan hasil. Ketegangan dan kepanikan sempat melanda Umuh dan pasukannya di PT PBB. Saking paniknya, karena dalam waktu dekat harus membayar uang muka kontrak pemainnya, Umuh sudah menyiapkan sertifikat tanah dan properti miliknya untuk dilelang.
Pada saat kritis itulah datang sebuah keajaiban. Usaha keras dan negosiasi PT PBB dengan sekumpulan pengusaha yang mengaku mencintai Persib membuahkan hasil. Mereka bersedia menggelontorkan dana segar sebesar Rp 20 miliar, dengan rincian Rp 3,5 miliar untuk modal awal dan Rp 16,5 miliar sebagai pinjaman. Untuk pengawasan, konsorsium hanya meminta beberapa orang mereka duduk di jajaran komisaris dan direksi PT PBB. Salah satunya presenter kondang, Mohammad Farhan yang didaulat menjadi Wakil Direktur PT PBB.
"Awalnya, saya hanya mengandalkan modal nekat ketika menyatakan bersedia mengelola Persib. Tapi berkat doa dan usaha keras, Persib akhirnya bisa memperpanjang napas dan ikut kompetisi," kata Umuh, yang senyumnya mulai terkembang, sesaat setelah penandatanganan kesepakatan dengan perwakilan konsorsium.
"Inilah dunia marketing. Penuh dengan keajaiban. Bayangkan, hanya dalam waktu satu bulan, sesuatu yang sebelumnya tidak pernah dibayangkan, bisa terjadi," timpal Veby Permadi.
Setelah orang konsorsium masuk dalam jajaran direksi, Umuh yang juga dipercaya menjadi manajer, mulai berkonsentrasi menyiapkan tim. Sementara urusan bisnis dipercayakan sepenuhnya kepada jajaran direksi lain, termasuk suntikan tenaga dari konsorsium.
Hasilnya, sangat mencengangkan. Secara prestasi, Persib di bawah besutan Jaya Hartono memang masih tertatih-tatih. Namun dari sisi bisnis, PT PBB terus tancap gas. Sesaat setelah kompetisi bergulir, PT PBB menggandeng PT Daya Adira Mustika, dealer utama Honda di Jawa Barat dengan nominal yang konon di atas Rp 2,5 miliar. Beberapa pekan kemudian, Persib juga mendapatkan sponsor yang konon nilainya lebih besar lagi, yaitu dengan perusahaan makanan dari Grup Japfa. Maka brand Honda dan Sozzis, salah satu produk Grup Japfa pun memenuhi kostum di bagian dada pemain.
"Kalau prestasi Persib terus membaik, sponsor akan terus berdatangan. Sekarang kita pun terus bernegosiasi dengan perusahaan lain yang tertarik mensponsori Persib," cetus Mohammad Farhan, dalam sebuah kesempatan di Stadion Si Jalak Harupat.
Dengan kehadiran konsorsium, plus dua sponsor utama di dada, Persib melenggang sendirian di jajaran terdepan klub-klub kontestan LSI 2009/2010 dari sisi bisnis.
Meski semua belum tergarap, namun pujian sudah datang dari Direktur Eksekutif PT Liga Indonesia, Joko Driyono. "Apa yang sudah dilakukan Persib memang di luar dugaan. Ini menjawab keraguan banyak orang, ketika Persib harus lepas dari APBD. Saya berani mengatakan, saat ini Persib merupakan klub dalam kategori top level," kata Joko.
Pujian yang pantas "dijual" kembali oleh tim marketing PT PBB. Jadi, maju terus PT Persib Bandung Bermartabat!
http://vikingjakarta.net/index.php?option=com_content&view=article&id=62:ptpbb-persib&catid=35:persib-news&Itemid=53
Friday, 01 January 2010

Tapi pada pertengahan tahun 2009 atau beberapa saat setelah kompetisi berakhir, Dada sebagai Ketua BPP melontarkan pernyataan yang cukup menggegerkan. Ia menyatakan, karena aturan perundang-undangan, Pemkot Bandung sudah tidak bisa lagi mengucurkan dana hibah untuk Persib. Lebih mengejutkan lagi klub kebanggaan Kota Bandung itu bakal absen di LSI 2009/2010.
Bola panas yang sengaja dilemparkan Dada itu benar-benar mendapatkan reaksi dari publik sepak bola Bandung. Bahkan kontroversi pun sempat terjadi, karena pada hari yang sama dengan turunnya pemberitaan Dada menyatakan lempar handuk, "GM" juga menurunkan pernyataan Wakil Ketua BPP, H. Edi Siswadi yang justru mengatakan, Persib harus tetap ikut kompetisi.
Merasa dibenturkan dengan koleganya, Dada langsung mengadakan pertemuan dadakan pada hari itu juga di ruang tengah Balai Kota Bandung. Dalam pertemuan itu, Dada kembali menegaskan pernyataan lempar handuknya, tentu saja kali ini kompak denga pengurus lainnya. Saat itu, secara terbuka menantang pihak swasta, termasuk PT PBB untuk mendanai Persib.
Sadar kalau PT PBB merupakan satu-satunya lembaga legal yang bisa menyelamatkan Persib, Dada menggelar pertemuan susulan di rumah dinasnya, Pendopo Alun-alun Bandung, 22 Juli 2009. Dalam pertemuan itu, Dada kembali melemparkan tantangannya kepada para pengusaha yang turut diundangnya untuk mendanai Persib agar bisa tampil di LSI 2009/2010.
Saat itulah muncul sosok H. Umuh Muchtar. Setelah memberikan kesempatan kepada undangan yang hadir untuk berbicara, Umuh menyatakan kesediaannya menyiapkan dana minimal Rp 10 miliar sebagai modal awal Persib mengarungi kompetisi. Atas dasar kesediaannya itu, Dada akhirnya menunjuk Umuh menjadi Direktur Utama PT PBB menggantikan Ir. H. Chandra Solehan. Umuh yang mendapat kepercayaan penuh kemudian melakukan reshuffle di jajaran direksi PT PBB.
"Saya akan mengambil orang-orang profesional dan sejalan demi terwujudnya tujuan Persib musim ini," kata Umuh, sesaat setelah memangku jabatan sebagai Direktur Utama PT PBB.
Dianggap nekat
Banyak pihak merasa lega dengan terpilihnya Umuh sebagai Dirut PT PBB. Sebab sejak masih menjadi bobotoh hingga terakhir dipercaya memangku jabatan Asisten Manajer Persib di LSI 2008/2009, komitmennya, terutama menyangkut fulus, dinilai tak perlu diragukan lagi. Tapi tidak sedikit yang menilai, apa yang dilakukan Umuh ini sebagai langkah nekat. Di tengah kondisi ekonomi yang masih belum membaik dan mepetnya waktu persiapan, banyak yang ragu, Umuh dan jajaran direksinya di PT PBB bisa mendapatkan dana segar minimal Rp 20 miliar.
Bukan hanya publik sepak bola Bandung, Umuh dan rengrengan yang sudah dipilihnya pun sempat dihantui keraguan itu. Apalagi pada awal langkahnya, mereka sudah menghadapi sejumlah kesulitan menjalin kerja sama dengan pihak swasta. Sebuah yayasan yang pada awalnya sangat optimis bisa membantu pendanaan Persib mundur teratur. Jalinan kerja sama dengan BNI Life pun gagal didapat. Begitu juga dengan sejumlah rencana kerjasama dengan beberapa perusahaan lain.
Beruntung, personel PT PBB tak patah arang. Di tengah desakan waktu, Umuh dan beberapa direktur mudanya seperti Veby Permadi (Direktur Pemasaran) dan Merdi Hajiji (Direktur Keuangan) menghadap Wakil Gubernur Jawa Barat, Dede Yusuf yang sebelumnya sudah menyatakan kesediaannya membantu Persib mencarikan sponsor.
Inilah langkah paling strategis yang dilakukan PT PBB. Sebab sebagai seorang mantan aktor, bintang iklan, selebriti, dan entertainer, Dede setidaknya punya jaringan kuat di dunia bisnis. Lewat jaringannya itu pula, PT PBB kemudian dipertemukan dengan sejumlah pengusaha besar, baik yang ber-homebase di Jawa Barat maupun Jakarta.
Namun hingga sebulan menjelang kompetisi bergulir, sejumlah pertemuan dan negosiasi yang dilakukan PT PBB belum juga membuahkan hasil. Ketegangan dan kepanikan sempat melanda Umuh dan pasukannya di PT PBB. Saking paniknya, karena dalam waktu dekat harus membayar uang muka kontrak pemainnya, Umuh sudah menyiapkan sertifikat tanah dan properti miliknya untuk dilelang.
Pada saat kritis itulah datang sebuah keajaiban. Usaha keras dan negosiasi PT PBB dengan sekumpulan pengusaha yang mengaku mencintai Persib membuahkan hasil. Mereka bersedia menggelontorkan dana segar sebesar Rp 20 miliar, dengan rincian Rp 3,5 miliar untuk modal awal dan Rp 16,5 miliar sebagai pinjaman. Untuk pengawasan, konsorsium hanya meminta beberapa orang mereka duduk di jajaran komisaris dan direksi PT PBB. Salah satunya presenter kondang, Mohammad Farhan yang didaulat menjadi Wakil Direktur PT PBB.
"Awalnya, saya hanya mengandalkan modal nekat ketika menyatakan bersedia mengelola Persib. Tapi berkat doa dan usaha keras, Persib akhirnya bisa memperpanjang napas dan ikut kompetisi," kata Umuh, yang senyumnya mulai terkembang, sesaat setelah penandatanganan kesepakatan dengan perwakilan konsorsium.
"Inilah dunia marketing. Penuh dengan keajaiban. Bayangkan, hanya dalam waktu satu bulan, sesuatu yang sebelumnya tidak pernah dibayangkan, bisa terjadi," timpal Veby Permadi.
Setelah orang konsorsium masuk dalam jajaran direksi, Umuh yang juga dipercaya menjadi manajer, mulai berkonsentrasi menyiapkan tim. Sementara urusan bisnis dipercayakan sepenuhnya kepada jajaran direksi lain, termasuk suntikan tenaga dari konsorsium.
Hasilnya, sangat mencengangkan. Secara prestasi, Persib di bawah besutan Jaya Hartono memang masih tertatih-tatih. Namun dari sisi bisnis, PT PBB terus tancap gas. Sesaat setelah kompetisi bergulir, PT PBB menggandeng PT Daya Adira Mustika, dealer utama Honda di Jawa Barat dengan nominal yang konon di atas Rp 2,5 miliar. Beberapa pekan kemudian, Persib juga mendapatkan sponsor yang konon nilainya lebih besar lagi, yaitu dengan perusahaan makanan dari Grup Japfa. Maka brand Honda dan Sozzis, salah satu produk Grup Japfa pun memenuhi kostum di bagian dada pemain.
"Kalau prestasi Persib terus membaik, sponsor akan terus berdatangan. Sekarang kita pun terus bernegosiasi dengan perusahaan lain yang tertarik mensponsori Persib," cetus Mohammad Farhan, dalam sebuah kesempatan di Stadion Si Jalak Harupat.
Dengan kehadiran konsorsium, plus dua sponsor utama di dada, Persib melenggang sendirian di jajaran terdepan klub-klub kontestan LSI 2009/2010 dari sisi bisnis.
Meski semua belum tergarap, namun pujian sudah datang dari Direktur Eksekutif PT Liga Indonesia, Joko Driyono. "Apa yang sudah dilakukan Persib memang di luar dugaan. Ini menjawab keraguan banyak orang, ketika Persib harus lepas dari APBD. Saya berani mengatakan, saat ini Persib merupakan klub dalam kategori top level," kata Joko.
Pujian yang pantas "dijual" kembali oleh tim marketing PT PBB. Jadi, maju terus PT Persib Bandung Bermartabat!
http://vikingjakarta.net/index.php?option=com_content&view=article&id=62:ptpbb-persib&catid=35:persib-news&Itemid=53
Fajar Penambangan Laut Dalam
Fajar Penambangan Laut Dalam
Kita sedang berada di tepi era penambangan laut dalam, kata pionir global dalam studi deposit mineral dasar laut. Dr. Steven Scott, seorang geologis di University of Toronto, Toronto, Kanada mengatakan peningkatan dalam geologi laut dan teknologi laut dalam telah digabungkan agar realistis untuk lebih dari 2 km di bawah laut untuk emas dan mineral lainnya.
Ini adalah sebuah transformasi yang katanya telah menimbulkan reaksi "knee-jerk" atas kemungkinan dampak lingkungan dari pertambangan, yang diyakini lebih tidak merusak dibandingkan dengan penambangan terrestrial.
Saat ini, perusahaan pertambangan laut neophyte pertama di dunia, Nautilus Minerals dan Neptune Minerals secara aktif mengeksplorasi kemungkinan penambangan deposit dasar laut dalam. Neptune menilai deposit yang haknya dimiliki di laut territorial di pantai utara North Island, New Zealand. Nautilus dan rekan joint venture-nya Placer Dome, sebuah perusahaan emas Kanada, mengumpulkan sampel dari deposit di Laut Bismarck, pantai timur Papua New Guinea.
Pertanyaan besar untuk perusahaan ini adalah potensi ekonomis dari deposit bawah laut sulfida polimetalik. Bijih dasar laut yang kaya akan sulfur ini diproduksi di seluruh dunia dalam wilayah vulkanik bawah laut oleh "black smokers." Black smokers dibentuk ketika air laut meresap kedalam dasar laut yang berpori, dipanaskan dan muncul kembali melalui lubang membawa mineral terlarut. Ketika air panas menyentuh air dasar laut yang dingin, mineral mengendap, membentuk menara seperti cerobong yang disebut black smokers. Dalam beberapa waktu, menara ini runtuh dan berakumulasi dalam bentuk deposit, beberapa diantaranya kaya akan emas, perak, tembaga, timbal dan seng.
Dr. Scott merupakan geologis pertambangan yang pertama mengeksplorasi black smokers. Pada tahun 1982 dia bergabung menjadi anggota Scripps Institute of Oceanography and the Woods Hole Oceanographic Institution di submersible Alvin untuk mengeksplorasi black smokers yang baru ditemukan pada 2.000 m dibawah gelombang di Teluk California, pantai Mexico. Katanya setelah lebih dari dua dekade mendukung kemungkinan menambang deposit yang diciptakan oleh black smokers, peluncuran kerjasama merupakan gerakan yang diperlukan perusahaan pertambangan untuk melintasi batas psikologis laut.
"Dua puluh tahun yang lalu, sebagian besar perusahaan pertambangan tidak ingin mendengar kemungkinan ini. Menurut mereka ini terlalu sulit. Tapi sekarang beberapa diantaranya melihat lebih mudah turun melalui beberapa ribu meter di bawah air daripada water beberapa ribu meter batuan," menurut Dr. Scott, yang merupakan Direktur Scotiabank Marine Geology Research Laboratory dan Norman B. Keevil Professor dari Ore Genesis di University of Toronto.
Sekarang, pertambangan bawah laut terdalam – tambang intan di pantai Afrika bagian selatan – berada dibawah hanya beberapa ratus meter air. Dr. Scott menunjukkan industri migas lepas pantai sebagai contoh untuk perubahan. Industri migas internasional pergi ke lepas pantai mulai pertengahan 1940-an. Hari ini, sekitar sepertiga minyak dunia datang dari bawah laut. Banyak sumur produksi di kedalaman 1.500 m di pantai Brazil, dan pengeboran pada kedalaman 2.500 m di Teluk Mexico.
Tantangan utama untuk perusahaan pertambangan laut baru adalah pembangunan teknologi untuk mengekstrak bijih dari kedalaman laut, kata Dr. Scott. Dia melihat penggunaan "mesin robot penambang batubara versi bawah laut" dengan bijih dialirkan ke kapal tambang , atau platform semi-submersible sebagaimana digunakan oleh industri minyak lepas pantai. Dia menunjukkan bahwa robot laut dalam merupakan industri yang matang, didorong oleh kebutuhan perolehan dan eksplorasi minyak lepas pantai.
Teknologi penambangan laut dalam memberikan awal yang baru, menurut Dr. Scott, dengan hampir $ 650 juta pengeluaran internasional dalam usaha yang gagal untuk membangun teknologi penambangan nodul mangan dasar laut pada tahun 1970-an dan '80-an. Nodul mangan, seringkali kaya akan nikel dan tembaga, dibentuk oleh pengendapan lambat mineral dari air laut. Nodul meliputi area yang luas di dasar laut dalam yang dikenal sebagai abyssal plains.
Dr. Scott awalnya menggambarkan black smokers sebagai jalan memahami formasi yang sama dengan deposit sulpfida polimetalik terrestrial, seperti yang ditambang di pertambangan tembaga dan seng Creek di Ontario utara, Kanada, dan di banyak negara lain di dunia, termasuk US.
"Kami ingin mengetahui apakah geologi laut menyimpan petunjuk adanya deposit terrestrial. Dan memang begitu adanya," kata Dr. Scott.
Sekarang mereka menjadi "laboratorium hidup" untuk memahami formasi deposit sulfida polimetalik laut dan terrestrial. Salah satu mahasiswa postdoctoral Dr. Scott telah kembali dari vessel yang mengebor klaim Nautilus di pantai Papua New Guinea. Dia mengeksplorasi peran bakteri dalam menciptakan deposit mineral ini.
"Mengambil sampel dari interior deposit sangat langka," kata Dr. Scott. "Apa yang kami membuat kami tertarik dari perspektif ilmu murni adalah mikroorganisme apa yang ada dalam deposit dan apa yang mereka lakukan. Apakah mereka menyebabkan mineralisasi?"
Berkaca pada dampak lingkungan dari potensi penambangan dasar laut, Dr. Scott mengatakan dia yakin akan tidak banyak merusak dibandingkan penambangan terrestrial.
"Perusahaan pertambangan laut akan memiliki masalah lingkungan seperti pada proses industri lain," kata Dr. Scott. "Dipahami akan akan menjadi perhatian publik."
Menurut Dr. Scott, penambangan dasar laut menghindari banyak masalah yang terkait dengan penambangan terrestrial. Tidak ada drainase asam, karena asam ternetralkan oleh alkalinitas air lauit. Deposit sulfida berada di dasar laut, sehingga tidak akan ada penggalian dan limbah dari batuan, dan tidak ada struktur permanen yang tersisa. Pertambangan juga tidak akan menyentuh black smokers yang aktif, wilayah yang diketahui memiliki keragaman alam bawah laut.
Dan sementara dia melihat potensi ekonomi, Dr. Scott juga telah mengarah pada perlindungan black smokers. Dia adalah seorang geologis dalam tim keilmuan dan memelopori taman laut dalam pertama di dunia, segmen Endeavour dari black smokers sepanjang bawah laut Pasifik Juan de Fuca Ridge, pantai barat Kanada.
http://www.migas-indonesia.com/index.php?module=article&sub=article&act=view&id=1426
PENGERUKAN
Pengerukan (Bahasa Inggris: Dredging) berasal dari kata dasar keruk (dredge), menurut kamus berarti proses, cara, perbuatan mengeruk.[1] Sedangkan definisi pengerukan menurut Asosiasi Internasional Perusahaan Pengerukan adalah mengambil tanah atau material dari lokasi di dasar air, biasanya perairan dangkal seperti danau, sungai, muara ataupun laut dangkal, dan memindahkan atau membuangnya ke lokasi lain.
Untuk melakukan pengerukan biasanya digunakan kapal keruk yang memiliki alat-alat khusus sesuai dengan kondisi di areal yang akan dikeruk, seperti:
Kondisi dasar air (berbatu, pasir, dll)
Areal yang akan dikeruk (sungai, danau, muara, laut dangkal, dll.)
Peraturan atau hal-hal yang diminta oleh pemerintah lokal ataupun oleh pihak yang meminta dilakukan pengerukan
Daftar isi :
1 Tahapan pengerukan
2 Jenis-jenis pengerukan
2.1 Capital dredging
2.2 Maintenance dredging
2.3 Environmental dredging
3 Lihat pula
4 Referensi
5 Pranala luar
5.1 Perusahaan pengerukan
5.2 Asosiasi pengerukan
5.3 Pembuat kapal keruk
Tahapan pengerukan
Pengerukan utamanya terdiri dari 3 tahap
Memisahkan dan mengambil material dari dasar air dengan menggunakan
Pengikisan (erosion)
Memancarkan air tekanan tinggi (jetting)
Memotong (cutting)
Menghisap (suction)
Memecah (breaking)
Mengambil dengan menggunakan bucket (grabbing)
Mengangkut material dengan menggunakan
Tongkang (barges)
Tongkang atau kapal yang didesain secara khusus memiliki wadah penampung (hoppers)
pipa terapung / floating pipeline
conveyor-belt
Truk
Pembuangan material tersebut dengan menggunakan:
Pembuangan pipa (pipeline discharge)
Alat angkat seperti crane
Membuka pintu di bawah pada beberapa kapal atau tongkang yang didesain secara khusus (hopper barges)
Jenis-jenis pengerukan
Capital dredging
Pengerukan ini dilakukan untuk membuat:
pelabuhan baru, termasuk alur pelayarannya. Melebarkan dan atau mendalami pelabuhan / terusan / sungai yang sudah ada.
Proyek reklamasi.
Hal-hal lainnya yang terkait dengan pertambangan.
Alat yang biasa digunakan adalah cutter-suction dredger.

Pengerukan ini dilakukan untuk hal-hal berikut
Navigasi
Infrastruktur
Rekayasa pantai / Coastal Engineering
salah satunya adalah beach nourishment yaitu menambang pasir di lepas-pantai dan ditempatkan di pantai untuk mengganti pasir yang tererosi oleh badai atau ombak. Hal ini dilakukan untuk melindungi fungsi dari pantai dan rekreasi.
Industri pertambangan
Pengerukan mineral
Memindahkan permukaan tanah yang digali / overburden
Reklamasi bekas tambang
Industri pertambangan lepas-pantai.
Pembuatan parit untuk pipa bawah laut
Menyiapkan lokasi pengeboran lepas-pantai
Menstabilkan platform lepas-pantai
Melindungi pipa bawah laut
Maintenance dredging
Maintenance Dredging oleh Trailing Suction Hopper Dredger
Dilakukan untuk memelihara dan melindungi fungsi-fungsi dari suatu subyek berkenaan dengan:
aspek-aspek pelayaran / nautical aspects
perlindungan tanah / pantai
nilai-nilai lingkungan
Dalam hal ini aspek-aspek pelayaran menyangkut alur pelayaran, terkait dengan fungsi ekonomi misalnya (bila pelabuhan dangkal maka kapal tidak dapat merapat), serta faktor-faktor alam lainnya seperti sedimentasi dll. Jenis kapal yang sering digunakan adalah trailing suction hopper dredge.
Environmental dredging
Pengerukan dengan alasan untuk memperbaiki lingkungan dari suatu lokasi perairan. Termasuk dalam hal ini adalah memindahkan tanah atau sedimen yang terkena polusi.
Kapal keruk
Referensi
^ Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka, 1994. ISBN 979-407-182-X.
Perusahaan pengerukan
Perusahaan yang ditandai # diklaim merupakan perusahaan pengerukan terbesar di dunia.
PT. Pengerukan Indonesia
Van Oord Dredging #
Royal Boskalis Westminster nv #
Jan de Nul #
Dredging International #
Dredging Corporation of India Limited
Bean Dredging
Great Lakes Dredge and Dock Co.
Smithbridge Guam Dredging
[sunting]
Asosiasi pengerukan
International Association of Dredging Companies
World Organisation of Dredging Associations
Central Dredging Association
Eastern Dredging Association
Western Dredging Association
[sunting]
Pembuat kapal keruk
IHC Holland
Damen Dredging Equipment
Assemblers
Dredging Supply Company
Ellicott Dredging
Georgia Iron Works
SRS Crisafulli, Inc.
Twinkle Co
UDL Dredging
VOSTA LMG
Dredging Specialists
http://www.clydesite.co.uk/clydebuilt/dredgers.asp merupakan daftar kapal keruk yang dibuat oleh Clyde.
http://www.migas-indonesia.com/index.php?module=article&sub=article&act=view&id=1426

Untuk melakukan pengerukan biasanya digunakan kapal keruk yang memiliki alat-alat khusus sesuai dengan kondisi di areal yang akan dikeruk, seperti:
Kondisi dasar air (berbatu, pasir, dll)
Areal yang akan dikeruk (sungai, danau, muara, laut dangkal, dll.)
Peraturan atau hal-hal yang diminta oleh pemerintah lokal ataupun oleh pihak yang meminta dilakukan pengerukan
Daftar isi :
1 Tahapan pengerukan
2 Jenis-jenis pengerukan
2.1 Capital dredging
2.2 Maintenance dredging
2.3 Environmental dredging
3 Lihat pula
4 Referensi
5 Pranala luar
5.1 Perusahaan pengerukan
5.2 Asosiasi pengerukan
5.3 Pembuat kapal keruk
Tahapan pengerukan
Pengerukan utamanya terdiri dari 3 tahap
Memisahkan dan mengambil material dari dasar air dengan menggunakan
Pengikisan (erosion)
Memancarkan air tekanan tinggi (jetting)
Memotong (cutting)
Menghisap (suction)
Memecah (breaking)
Mengambil dengan menggunakan bucket (grabbing)
Mengangkut material dengan menggunakan
Tongkang (barges)
Tongkang atau kapal yang didesain secara khusus memiliki wadah penampung (hoppers)
pipa terapung / floating pipeline
conveyor-belt
Truk
Pembuangan material tersebut dengan menggunakan:
Pembuangan pipa (pipeline discharge)
Alat angkat seperti crane
Membuka pintu di bawah pada beberapa kapal atau tongkang yang didesain secara khusus (hopper barges)
Jenis-jenis pengerukan
Capital dredging
Pengerukan ini dilakukan untuk membuat:
pelabuhan baru, termasuk alur pelayarannya. Melebarkan dan atau mendalami pelabuhan / terusan / sungai yang sudah ada.
Proyek reklamasi.
Hal-hal lainnya yang terkait dengan pertambangan.
Alat yang biasa digunakan adalah cutter-suction dredger.

Pengerukan ini dilakukan untuk hal-hal berikut
Navigasi
Infrastruktur
Rekayasa pantai / Coastal Engineering
salah satunya adalah beach nourishment yaitu menambang pasir di lepas-pantai dan ditempatkan di pantai untuk mengganti pasir yang tererosi oleh badai atau ombak. Hal ini dilakukan untuk melindungi fungsi dari pantai dan rekreasi.
Industri pertambangan
Pengerukan mineral
Memindahkan permukaan tanah yang digali / overburden
Reklamasi bekas tambang
Industri pertambangan lepas-pantai.
Pembuatan parit untuk pipa bawah laut
Menyiapkan lokasi pengeboran lepas-pantai
Menstabilkan platform lepas-pantai
Melindungi pipa bawah laut
Maintenance dredging
Maintenance Dredging oleh Trailing Suction Hopper Dredger
Dilakukan untuk memelihara dan melindungi fungsi-fungsi dari suatu subyek berkenaan dengan:
aspek-aspek pelayaran / nautical aspects
perlindungan tanah / pantai
nilai-nilai lingkungan
Dalam hal ini aspek-aspek pelayaran menyangkut alur pelayaran, terkait dengan fungsi ekonomi misalnya (bila pelabuhan dangkal maka kapal tidak dapat merapat), serta faktor-faktor alam lainnya seperti sedimentasi dll. Jenis kapal yang sering digunakan adalah trailing suction hopper dredge.
Environmental dredging
Pengerukan dengan alasan untuk memperbaiki lingkungan dari suatu lokasi perairan. Termasuk dalam hal ini adalah memindahkan tanah atau sedimen yang terkena polusi.
Kapal keruk
Referensi
^ Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka, 1994. ISBN 979-407-182-X.
Perusahaan pengerukan
Perusahaan yang ditandai # diklaim merupakan perusahaan pengerukan terbesar di dunia.
PT. Pengerukan Indonesia
Van Oord Dredging #
Royal Boskalis Westminster nv #
Jan de Nul #
Dredging International #
Dredging Corporation of India Limited
Bean Dredging
Great Lakes Dredge and Dock Co.
Smithbridge Guam Dredging
[sunting]
Asosiasi pengerukan
International Association of Dredging Companies
World Organisation of Dredging Associations
Central Dredging Association
Eastern Dredging Association
Western Dredging Association
[sunting]
Pembuat kapal keruk
IHC Holland
Damen Dredging Equipment
Assemblers
Dredging Supply Company
Ellicott Dredging
Georgia Iron Works
SRS Crisafulli, Inc.
Twinkle Co
UDL Dredging
VOSTA LMG
Dredging Specialists
http://www.clydesite.co.uk/clydebuilt/dredgers.asp merupakan daftar kapal keruk yang dibuat oleh Clyde.
http://www.migas-indonesia.com/index.php?module=article&sub=article&act=view&id=1426
siap obrak-abrik persija
siap obrak-abrik persija

Striker Persib, Cristian Gonzalez, optimistis Persib bisa mengalahkan Persija pada Derby D'Indonesia di Stadion Si Jalak Harupat, Sabtu (9/1) lusa.
"Dengan kekuatan Persib saat ini, saya optimis Persib bisa menang lawan Persija. Sebagai striker saya siap untuk membuat sulit kembali pemain belakang Persija seperti musim lalu," kata striker berjuluk El Loco ini.
Disinggung apakah dirinya siap mencetak gol ke gawang Persija seperti saat memberikan kemenangan bagi Persib di Stadion Gajayana Malang musim lalu, El Loco berusaha untuk merendah. Menurutnya, saat ini yang paling penting adalah memberikan kemenangan bagi Persib.
"Kenapa seorang striker harus selalu dituntut mencetak gol, bagi saya yang paling penting untuk Persib musim ini adalah memberikan kemenangan. Saya dan teman?temain pemain lainnya siap memberikan kemenangan buat Persib nanti. Cetak gol atau tidak, saya serahkan pada Tuhan," kata Gonzalez.
El Loco menjadi penentu kemenangan Persib atas Persija 2?1 musim lalu. Golnya melalui titik putih pada menit 88 membawa Persib bertengger di posisi ketiga klasemen akhir. Gol itu pun yang menggenapi prestasinya menjadi top skor Liga Indonesia 4 kali berturut?turut. Selain itu, gol ke gawang Persija juga mencatatkan dirinya di buku rekor sebagai top skor Liga Indonesia sepanjang masa dengan torehan 147 gol di tiga klub berbeda.
Ditambahkan Gonzalez, meskipun tanpa dukungan langsung dari bobotoh di dalam stadion, dirinya tetap yakin Persib bisa mengatasi tamunya itu.
"Memang kita rugi tanpa disaksikan bobotoh. Tapi saya yakin, pemain Persib bisa bermain baik dan mengalahkan Persija," jelasnya.
Mengenai pengawalan khusus yang akan dilakukan Abanda Herman untuk mematikan pergerakannya seperti musim?musim sebelumnya, Gonzalez enggan mengomentarinya. "Saya tidak mau berbicara mengenai strategi Persija, saya hanya ingin berbicara mengenai kekuatan Persib. Apapun strategi mereka, saya dan teman?teman siap menyulitkan Persija," ujarnya.
Terkait persiapan jelang laga Persib vs Persija, secara lisan Kapolres Bandung AKBP Imran Yunus telah menegaskan laga Persib Bandung vs Persija Jakarta di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Sabtu (9/1), akan digelar tanpa penonton. Namun hingga kemarin sore, panpel dan manajemen Persib belum menerima secara resmi surat keputusannya.
Manajer Persib H Umuh Muhtar bahkan berharap Imran berubah pikiran dengan mengizinkan partai sarat gengsi tersebut bisa dihadiri penonton. "Saya berharap kapolres berubah pikiran sebab saya telah berbincang dengan bupati dan penerimaannya sangat bagus," kata Umuh.

http://persibnews.blogspot.com/
Langganan:
Postingan (Atom)