Tampilkan postingan dengan label Hobby. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hobby. Tampilkan semua postingan

Kamis, 14 Januari 2010

Lintasan Sejarah PERSIB

Lintasan Sejarah

Lahir Sebagai Alat Perjuangan

WAKTU tampaknya berlalu sangat cepat hingga tidak terasa, tim kebanggaan masyarakat Bandung dan Jawa Barat, yaitu Persatuan Sepak Bola Indonesia Bandung, yang lebih dikenal dengan nama Persib, kini sudah memasuki usia 72 tahun pada 14 Maret 2005 lalu.

Menurut buku “Sejarah Lintasan Persib” yang dibuat oleh R. Risnandar Soendoro, lahir dan perkembangan Persib sendiri, tidak lepas dari sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Persib lahir pada 1933, di tengah rasa nasionalisme untuk memerdekakan diri dari cengkraman penjajahan Belanda. Persib menjadi salah satu akar perjuangan rakyat Bandung dan Jawa Barat ketika itu. Hingga sangatlah wajar, jika Persib menjadi bagian terpisahkan dari masyarakat Bandung dan Jawa Barat.

Sebelum bernama Persib, di Bandung berdiri Bandoeng Inlandsche Voetbal Bond (BIVB) yang berdiri pada 1923. BIVB merupakan salah satu organisasi perjuangan kaum naisonalis. BIVB biasanya melakukan pertandingan di lapangan Tegallega.

Namun, BIVB kemudian menghilang dan muncullah dua perkumpulan lain, yaitu Persatuan Sepak Bola Indonesia Bandung (PSIB) dan National Voetbal Bond (NVB).

Pada 14 Maret 1933, kedua perkumpulan ini sepakat bergabung dan lahirkan Persib. Saat itu pula, di Bandung juga berdiri perkumpulan sepak bola yang dimotori orang-orang Belanda yaitu Voetbal Bond Bandung & Omstreken (VBBO). Masyarakat juga lebih senang menonton pertandingan VBBO karena pertandingan biasanya digelar di dalam kota seperti UNI dan SIDOLIG.

Namun, perkumpulan yang sebelumnya berada di bawah VBBO, antara lain UNI dan SIDOLIG, kemudian bergabung dengan Persib. Bahkan, VBBO kemudian menyerahkan lapangan yang biasa mereka gunakan yaitu lapangan UNI, SIDOLIG (kini Stadion Persib), dan SPARTA (Stadion Siliwangi).

Saat pendudukan Jepang, Persib berganti nama menjadi Rengo Tai Iku Kai. Rongrongan kembali datang ketika pasukan Belanda yang kembali ke Indonesia, berupaya untuk kembali menghidupkan VBBO. Namun, Persib berdiri kokoh atas prakarsa dr. Musa, Munadi, H. Alexa, dan R. Sugeng.

Persib kemudian bisa bertahan dan eksis hingga sekarang ini, bahkan menjadi salah satu kekuatan sepak bola nasional. Semoga saja, Persib tetap langgeng dan terus mencetak prestasi. Amin.


Persib Punya Sejarah Gemilang

JIKA melihat perjalanan Persib Bandung selama mengikuti Kompetisi Sepak Bola Liga Indonesia yang dimulai sejak tahun 1994 sampai sekarang tahun 2005, boleh jadi Liga Indonesia I yang digelar tahun 1994-1995, merupakan tahun prestasi bagi Persib.

Pada LI perdana yang merupakan kompetisi gabungan dari peserta asal tim perserikatan dengan Galatama tersebut, Persib berhasil menorehkan tinta emas sebagai tim pertama yang memboyong Piala Presiden. Bermodalkan materi pemain tim juara kompetisi perserikatan tahun 1990, Persib yang dilatih Indra M. Thohir dan diperkuat para pemain lokal asal Bandung dan Jabar mampu menghempaskan tim asal Galatama Petrokimia Gresik yang saat itu telah dihuni tiga pemain asing Jacksen F. Tiago, Carlos de Mello, dan kiper Darryl Sinerine.

Pada partai final yang berlangsung 30 Juli 1995 di Stadion Utama Senayan Jakarta (kini Stadion Gelora Bung Karno), gol tunggal Sutiono membungkam perlawanan Petrokimia 1-0, untuk memastikan gelar juara. Saat itu Persib sangat produktif dalam mencetak gol. Dari 32 pertandingan selama putaran pertama dan kedua, mampu mengumpulkan 54 gol dan kemasukan hanya 15 gol.

Sebagai juara, Persib memiliki tiket untuk tampil diajang internasional mewakili Indonesia dalam Piala Champions Asia yang diikuti juara-juara liga di negara Asia. Prestasi Persib sebagai debutan ternyata tidak memalukan.

Menumbangkan juara Liga Thailand Bangkok Bank 2-0 di Bangkok dan kalah 1-2 di Bandung. Kemudian mengalahkan juara liga Filipina Pasar City 2-1 di Bandung dan 3-1 di Manila. Hasil ini membawa Persib lolos ke peremfat final.

Sayangnya meski tampil di depan dukungan ribuan bobotoh di Stadion Siliwangi, Ajat Sudrajat cs. takluk 1-3 dari juara liga Jepang Verdy Kawasaki, tumbang 2-3 dari juara bertahan Thai Farmers Bank dan takluk 1-4 dari juara liga Korea Selatan Ilhwan Chunwa. Meski gagal ke semifinal, pelatih Indra Thohir mendapat penghargaan dari AFC sebagai pelatih terbaik Asia.

Catatan sejarah sepanjang tahun 1994-1995 ini, bisa jadi bakal sulit untuk diulangi lagi. Entah kapan lagi Persib bisa menunjukkan keperkasaannya di Liga Indonesia. Hingga Liga Indonesia X, Persib tidak pernah lagi juara. Bahkan saat itu Persib sudah menggunakan para pemain asing yang berasal dari Cile, Paraguay, Uruguay dan Argentina, namun tetap saja tidak bisa menyamai prestasi Robby Darwis dkk.

Setelah juara LI I, prestasi Persib cenderung turun. Pada empat kali Liga yaitu LI V tahun 1998/1999, LI VI (1999/2000), LI VIII 2001/2002 dan LI IX (2002/2003) Persib nyaris jatuh ke jurang degradasi.

Pada LI V, Persib lolos dari degradasi setelah pada pertandingan terakhir mengalahkan tuan rumah Persita Tangerang di Stadion Benteng Tangerang. Persita yang akhirnya terjun ke jurang degragasi. Begitu juga pada LI IX, Persib harus bertanding di babak play off bersama Persela Lamongan, PSIM Yogyakarta, dan Perseden Denpasar. Untung Persib kembali lolos dari degradasi setelah mengalahkan Persela dan PSIM dengan angka 1-0, kemudian imbang 4-4 dengan Perseden. Pada LI X Persib hanya menempati posisi keenam klasemen.

http://persib.wordpress.com/sejarah-persib/lintasan-sejarah/

Sejarah Sepak Bola

Sejarah Sepak Bola

Asal muasal sejarah munculnya olahraga sepak bola masih mengundang perdebatan. Beberapa dokumen menjelaskan bahwa sepak bola lahir sejak masa Romawi, sebagian lagi menjelaskan sepak bola berasal dari tiongkok. FIFA sebagai badan sepak bola dunia secara resmi menyatakan bahwa sepak bola lahir dari daratan Cina yaitu berawal dari permainan masyarakat Cina abad ke-2 sampai dengan ke-3 SM. Olah raga ini saat itu dikenal dengan sebutan “tsu chu “.

Dalam salah satu dokumen militer menyebutkan, pada tahun 206 SM, pada masa pemerintahan Dinasti Tsin dan Han, masyarakat Cina telah memainkan bola yang disebut tsu chu. Tsu sendiri artinya “menerjang bola dengan kaki”. sedangkan chu, berarti “bola dari kulit dan ada isinya”. Permainan bola saat itu menggunakan bola yang terbuat dari kulit binatang, dengan aturan menendang dan menggiring dan memasukkanya ke sebuah jaring yang dibentangkan diantara dua tiang.

Versi sejarah kuno tentang sepak bola yang lain datangnya dari negeri Jepang, sejak abad ke-8, masyarakat disana telah mengenal permainan bola. Masyarakat disana menyebutnya dengan: Kemari. Sedangkan bola yang dipergunakan adalah kulit kijang namun ditengahnya sudah lubang dan berisi udara.

Menurut Bill Muray, salah seorang sejarahwan sepak bola, dalam bukunya The World Game: A History of Soccer, permainan sepak bola sudah dikenal sejak awal Masehi. Pada saat itu, masyarakat Mesir Kuno sudah mengenal teknik membawa dan menendang bola yang terbuat dari buntalan kain linen.

Sisi sejarah yang lain adalah di Yunani Purba juga mengenal sebuah permainan yang disebut episcuro, tidak lain adalah permainan menggunakan bola. Bukti sejarah ini tergambar pada relief-relief museum yang melukiskan anak muda memegang bola dan memainkannya dengan pahanya.

Sejarah sepak bola modern dan telah mendapat pengakuan dari berbagai pihak, asal muasalnya dari Inggris, yang dimainkan pada pertengahan abad ke-19 pada sekolah-sekolah. Tahun 1857 beridiri klub sepak bola pertama di dunia, yaitu: Sheffield Football Club. Klub ini adalah asosiasi sekolah yang menekuni permainan sepak bola.

Pada tahun 1863, berdiri asosiasi sepak bola Inggris, yang bernama Football Association (FA). Badan ini yang mengeluarkan peraturan permainan sepak bola, sehingga sepak bola menjadi lebih teratur, terorganisir, dan enak untuk dinikmati penonton.

Selanjutnya tahun 1886 terbentuk lagi badan yang mengeluarkan peraturan sepak bola modern se dunia, yaitu: International Football Association Board (IFAB). IFAB dibentuk oleh FA Inggris dengan Scottish Football Association, Football Association of Wales, dan Irish Football Association di Manchester, Inggris.

Sejarah sepak bola semakin teruji hingga saat ini IFAB merupakan badan yang mengeluarkan berbagai peraturan pada permainan sepak bola, baik tentang teknik permainan, syarat dan tugas wasit, bahkan sampai transfer perpindahan pemain.

http://migasnet08fajarramadhan8071.blogspot.com/2010/01/sejarah-sepak-bola.html

my music

" indifest music anak pribumi indonesia "


Beberapa foto yang diambil saat Burgerkill, Seringai dan Quartet Minerva berkolaborasi di Final Regional L.A. Light Indiefest 2008 di Surabaya pada 15 Agustus kemarin.
















http://deathrockstar.info/la-light-indiefest-final-regional-surabaya/

PT PBB Penyelamat Langkah Persib

PT PBB Penyelamat Langkah Persib
Friday, 01 January 2010


Tapi pada pertengahan tahun 2009 atau beberapa saat setelah kompetisi berakhir, Dada sebagai Ketua BPP melontarkan pernyataan yang cukup menggegerkan. Ia menyatakan, karena aturan perundang-undangan, Pemkot Bandung sudah tidak bisa lagi mengucurkan dana hibah untuk Persib. Lebih mengejutkan lagi klub kebanggaan Kota Bandung itu bakal absen di LSI 2009/2010.

Bola panas yang sengaja dilemparkan Dada itu benar-benar mendapatkan reaksi dari publik sepak bola Bandung. Bahkan kontroversi pun sempat terjadi, karena pada hari yang sama dengan turunnya pemberitaan Dada menyatakan lempar handuk, "GM" juga menurunkan pernyataan Wakil Ketua BPP, H. Edi Siswadi yang justru mengatakan, Persib harus tetap ikut kompetisi.

Merasa dibenturkan dengan koleganya, Dada langsung mengadakan pertemuan dadakan pada hari itu juga di ruang tengah Balai Kota Bandung. Dalam pertemuan itu, Dada kembali menegaskan pernyataan lempar handuknya, tentu saja kali ini kompak denga pengurus lainnya. Saat itu, secara terbuka menantang pihak swasta, termasuk PT PBB untuk mendanai Persib.

Sadar kalau PT PBB merupakan satu-satunya lembaga legal yang bisa menyelamatkan Persib, Dada menggelar pertemuan susulan di rumah dinasnya, Pendopo Alun-alun Bandung, 22 Juli 2009. Dalam pertemuan itu, Dada kembali melemparkan tantangannya kepada para pengusaha yang turut diundangnya untuk mendanai Persib agar bisa tampil di LSI 2009/2010.

Saat itulah muncul sosok H. Umuh Muchtar. Setelah memberikan kesempatan kepada undangan yang hadir untuk berbicara, Umuh menyatakan kesediaannya menyiapkan dana minimal Rp 10 miliar sebagai modal awal Persib mengarungi kompetisi. Atas dasar kesediaannya itu, Dada akhirnya menunjuk Umuh menjadi Direktur Utama PT PBB menggantikan Ir. H. Chandra Solehan. Umuh yang mendapat kepercayaan penuh kemudian melakukan reshuffle di jajaran direksi PT PBB.

"Saya akan mengambil orang-orang profesional dan sejalan demi terwujudnya tujuan Persib musim ini," kata Umuh, sesaat setelah memangku jabatan sebagai Direktur Utama PT PBB.

Dianggap nekat

Banyak pihak merasa lega dengan terpilihnya Umuh sebagai Dirut PT PBB. Sebab sejak masih menjadi bobotoh hingga terakhir dipercaya memangku jabatan Asisten Manajer Persib di LSI 2008/2009, komitmennya, terutama menyangkut fulus, dinilai tak perlu diragukan lagi. Tapi tidak sedikit yang menilai, apa yang dilakukan Umuh ini sebagai langkah nekat. Di tengah kondisi ekonomi yang masih belum membaik dan mepetnya waktu persiapan, banyak yang ragu, Umuh dan jajaran direksinya di PT PBB bisa mendapatkan dana segar minimal Rp 20 miliar.

Bukan hanya publik sepak bola Bandung, Umuh dan rengrengan yang sudah dipilihnya pun sempat dihantui keraguan itu. Apalagi pada awal langkahnya, mereka sudah menghadapi sejumlah kesulitan menjalin kerja sama dengan pihak swasta. Sebuah yayasan yang pada awalnya sangat optimis bisa membantu pendanaan Persib mundur teratur. Jalinan kerja sama dengan BNI Life pun gagal didapat. Begitu juga dengan sejumlah rencana kerjasama dengan beberapa perusahaan lain.

Beruntung, personel PT PBB tak patah arang. Di tengah desakan waktu, Umuh dan beberapa direktur mudanya seperti Veby Permadi (Direktur Pemasaran) dan Merdi Hajiji (Direktur Keuangan) menghadap Wakil Gubernur Jawa Barat, Dede Yusuf yang sebelumnya sudah menyatakan kesediaannya membantu Persib mencarikan sponsor.

Inilah langkah paling strategis yang dilakukan PT PBB. Sebab sebagai seorang mantan aktor, bintang iklan, selebriti, dan entertainer, Dede setidaknya punya jaringan kuat di dunia bisnis. Lewat jaringannya itu pula, PT PBB kemudian dipertemukan dengan sejumlah pengusaha besar, baik yang ber-homebase di Jawa Barat maupun Jakarta.

Namun hingga sebulan menjelang kompetisi bergulir, sejumlah pertemuan dan negosiasi yang dilakukan PT PBB belum juga membuahkan hasil. Ketegangan dan kepanikan sempat melanda Umuh dan pasukannya di PT PBB. Saking paniknya, karena dalam waktu dekat harus membayar uang muka kontrak pemainnya, Umuh sudah menyiapkan sertifikat tanah dan properti miliknya untuk dilelang.

Pada saat kritis itulah datang sebuah keajaiban. Usaha keras dan negosiasi PT PBB dengan sekumpulan pengusaha yang mengaku mencintai Persib membuahkan hasil. Mereka bersedia menggelontorkan dana segar sebesar Rp 20 miliar, dengan rincian Rp 3,5 miliar untuk modal awal dan Rp 16,5 miliar sebagai pinjaman. Untuk pengawasan, konsorsium hanya meminta beberapa orang mereka duduk di jajaran komisaris dan direksi PT PBB. Salah satunya presenter kondang, Mohammad Farhan yang didaulat menjadi Wakil Direktur PT PBB.

"Awalnya, saya hanya mengandalkan modal nekat ketika menyatakan bersedia mengelola Persib. Tapi berkat doa dan usaha keras, Persib akhirnya bisa memperpanjang napas dan ikut kompetisi," kata Umuh, yang senyumnya mulai terkembang, sesaat setelah penandatanganan kesepakatan dengan perwakilan konsorsium.

"Inilah dunia marketing. Penuh dengan keajaiban. Bayangkan, hanya dalam waktu satu bulan, sesuatu yang sebelumnya tidak pernah dibayangkan, bisa terjadi," timpal Veby Permadi.

Setelah orang konsorsium masuk dalam jajaran direksi, Umuh yang juga dipercaya menjadi manajer, mulai berkonsentrasi menyiapkan tim. Sementara urusan bisnis dipercayakan sepenuhnya kepada jajaran direksi lain, termasuk suntikan tenaga dari konsorsium.

Hasilnya, sangat mencengangkan. Secara prestasi, Persib di bawah besutan Jaya Hartono memang masih tertatih-tatih. Namun dari sisi bisnis, PT PBB terus tancap gas. Sesaat setelah kompetisi bergulir, PT PBB menggandeng PT Daya Adira Mustika, dealer utama Honda di Jawa Barat dengan nominal yang konon di atas Rp 2,5 miliar. Beberapa pekan kemudian, Persib juga mendapatkan sponsor yang konon nilainya lebih besar lagi, yaitu dengan perusahaan makanan dari Grup Japfa. Maka brand Honda dan Sozzis, salah satu produk Grup Japfa pun memenuhi kostum di bagian dada pemain.

"Kalau prestasi Persib terus membaik, sponsor akan terus berdatangan. Sekarang kita pun terus bernegosiasi dengan perusahaan lain yang tertarik mensponsori Persib," cetus Mohammad Farhan, dalam sebuah kesempatan di Stadion Si Jalak Harupat.

Dengan kehadiran konsorsium, plus dua sponsor utama di dada, Persib melenggang sendirian di jajaran terdepan klub-klub kontestan LSI 2009/2010 dari sisi bisnis.

Meski semua belum tergarap, namun pujian sudah datang dari Direktur Eksekutif PT Liga Indonesia, Joko Driyono. "Apa yang sudah dilakukan Persib memang di luar dugaan. Ini menjawab keraguan banyak orang, ketika Persib harus lepas dari APBD. Saya berani mengatakan, saat ini Persib merupakan klub dalam kategori top level," kata Joko.

Pujian yang pantas "dijual" kembali oleh tim marketing PT PBB. Jadi, maju terus PT Persib Bandung Bermartabat!

http://vikingjakarta.net/index.php?option=com_content&view=article&id=62:ptpbb-persib&catid=35:persib-news&Itemid=53

siap obrak-abrik persija

siap obrak-abrik persija


Striker Persib, Cristian Gonzalez, optimistis Persib bisa mengalahkan Persija pada Derby D'Indonesia di Stadion Si Jalak Harupat, Sabtu (9/1) lusa.

"Dengan kekuatan Persib saat ini, saya optimis Persib bisa menang lawan Persija. Sebagai striker saya siap untuk membuat sulit kembali pemain belakang Persija seperti musim lalu," kata striker berjuluk El Loco ini.

Disinggung apakah dirinya siap mencetak gol ke gawang Persija seperti saat memberikan kemenangan bagi Persib di Stadion Gajayana Malang musim lalu, El Loco berusaha untuk merendah. Menurutnya, saat ini yang paling penting adalah memberikan kemenangan bagi Persib.

"Kenapa seorang striker harus selalu dituntut mencetak gol, bagi saya yang paling penting untuk Persib musim ini adalah memberikan kemenangan. Saya dan teman?temain pemain lainnya siap memberikan kemenangan buat Persib nanti. Cetak gol atau tidak, saya serahkan pada Tuhan," kata Gonzalez.

El Loco menjadi penentu kemenangan Persib atas Persija 2?1 musim lalu. Golnya melalui titik putih pada menit 88 membawa Persib bertengger di posisi ketiga klasemen akhir. Gol itu pun yang menggenapi prestasinya menjadi top skor Liga Indonesia 4 kali berturut?turut. Selain itu, gol ke gawang Persija juga mencatatkan dirinya di buku rekor sebagai top skor Liga Indonesia sepanjang masa dengan torehan 147 gol di tiga klub berbeda.

Ditambahkan Gonzalez, meskipun tanpa dukungan langsung dari bobotoh di dalam stadion, dirinya tetap yakin Persib bisa mengatasi tamunya itu.

"Memang kita rugi tanpa disaksikan bobotoh. Tapi saya yakin, pemain Persib bisa bermain baik dan mengalahkan Persija," jelasnya.

Mengenai pengawalan khusus yang akan dilakukan Abanda Herman untuk mematikan pergerakannya seperti musim?musim sebelumnya, Gonzalez enggan mengomentarinya. "Saya tidak mau berbicara mengenai strategi Persija, saya hanya ingin berbicara mengenai kekuatan Persib. Apapun strategi mereka, saya dan teman?teman siap menyulitkan Persija," ujarnya.

Terkait persiapan jelang laga Persib vs Persija, secara lisan Kapolres Bandung AKBP Imran Yunus telah menegaskan laga Persib Bandung vs Persija Jakarta di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Sabtu (9/1), akan digelar tanpa penonton. Namun hingga kemarin sore, panpel dan manajemen Persib belum menerima secara resmi surat keputusannya.

Manajer Persib H Umuh Muhtar bahkan berharap Imran berubah pikiran dengan mengizinkan partai sarat gengsi tersebut bisa dihadiri penonton. "Saya berharap kapolres berubah pikiran sebab saya telah berbincang dengan bupati dan penerimaannya sangat bagus," kata Umuh.

http://persibnews.blogspot.com/